Have a question about cancer?

Join With our forum

MENU

Home > Nutrition Guide >

Bajakah yang Seketika Viral

Bajakah yang Seketika Viral

  1. Bajakah merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah yang dipakai untuk pengobatan kanker secara turun temurun oleh nenek moyang suku Dayak. Menurut pengujian laboratorium, tanaman ini mengandung zat-zat anti-kanker di antaranya saponin, fenolik, steroid, terpenoid, tannin, alkaloid, flavonoid. Tanaman ini dikatakan hanya ada di Kalimantan Tengah dan tumbuh dalam jumlah terbatas.

    Tanaman bajakah tumbuh di lahan gambut hutan pedalaman Kalimantan dan memiliki bentuk batang bersulur. Tanaman ini tumbuh dengan cara merambat meski memiliki batang yang cukup kuat dan besar. Dikatakan bahwa tanaman ini tidak dapat dibudidayakan karena hanya hidup di lokasi rimbun di mana sinar matahari tidak banyak masuk karena tertutup rimbunnya hutan.

    Tanaman ini mendadak menjadi viral setelah 2 orang siswi dari SMA Negeri 2 Palangkaraya, Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri memperoleh medali emas pada kompetisi World Invention Creativity Olympic (WICO) 2019 yang dilaksanakan di Seoul, Korea Selatan pada tanggal 25 Juli 2019. Kompetisi ini termasuk besar karena diikuti ribuan siswa siswi dari 22 negara berbeda di seluruh dunia.

    Kedua siswi ini menemukan ide meneliti mengenai bajakah untuk keperluan ekstrakurikuler yang mereka ikuti setiap minggu di sekolahnya. Mereka mencari contoh tanaman tersebut dan mengirimkannya ke Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin untuk diuji. Setelah diuji di laboratorium, tanaman ini mengandung zat-zat anti-kanker yang telah disebutkan di atas. Penelitian yang dilakukan oleh kedua siswi ini menggunakan tikus putih atau mencit yang diinduksi kanker. Setelah mencit diberikan akar bajakah tunggal, dikatakan bahwa dalam waktu 2 minggu pemberian, ukuran sel kanker mengecil sampai 0 cm.

    Untuk mengolah tanaman bajakah menjadi obat kanker, prosesnya dilakukan melalui pengeringan dengan bantuan matahari. Kemudian, cacah tanaman yang telah mongering dan tumbuk hingga menjadi bubuk. Satu gram bubuk bajakah direbus dengan 500 mL air selama 30 menit dan kemudian diminum setiap hari.

    Hasil temuan dari 2 orang siswi tersebut merupakan suatu kebanggaan bagi mereka sendiri dan tentunya untuk Indonesia. Namun, perjalanan masih panjang. Untuk menjawab pertanyaan, apakah tanaman ini dapat menyembuhkan kanker? Tentunya masih diperlukan penelitian lebih lanjut bahkan penelitian yang dilakukan pada manusia. Bukti-bukti empiris (hanya berdasarkan pengalaman saja) masih sangat terbatas dan hanya fokus pada kanker payudara. Temuan ini menunjukkan adanya potensi dalam terapi kanker payudara dan tentu saja waktu yang akan membuktikan apakah tanaman ini dapat digunakan untuk terapi kanker payudara….

    Referensi:

    1. Anggraini AP. Pernah dianggap tanaman mistis, seperti apa tanaman bajakah? Kompas.com [Internet]. 2019 Aug 13 [cited 2019 Aug 14]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2019/08/13/09075391/pernah-dianggap-tanaman-mistis-seperti-apa-tanaman-bajakah?page=all
    2. Wijaya C. Bajakah, tanaman penyembuh kanker dari Kalimantan. Deherba.com [Internet]. 2019 Aug 14 [cited 2019 Aug 14]. Available from: https://www.deherba.com/bajakah-tanaman-penyembuh-kanker.html

Latest ICCC News

ICCC HELPLINE

Bersama kita berjuang melawan kanker. Hubungi kami di +6281 117 117 98 atau info@iccc.id

KIRIM EMAIL